Selasa, 23 Maret 2010

cara mengenali potensi diri multiple intelegncy

2. Kecerdasan Logis-Matematis

Permainan yang penuh strategi dan eksperimen untuk anak usia 1-5 tahun banyak dijual di pasaran, namun sebaiknya anak dikenalkan dengan benda-benda yang konkret/nyata terlebih dahulu, sebelum ke benda-benda abstrak. Karena dengan benda-benda konkret anak bisa menyentuh,meraba dan memegangnya, kemudian menjadikannya bahan percobaan:

· Mengelompokkan Benda-Benda (2-4 tahun)

Benda harus diklasifikasi dan diberi kategori mengikuti konsep logika dan matematika, contohnya sendok makan/teh dari sekelompok alat makan dan mengelompokkan permen coklat berlapis warna-warni berdasarkan warnanya atau bentuknya. Orangtua/Guru dapat mengkombinasikan permainan dengan pengenalan bilangan, melakukan pengurangan dan penjumlahan sederhana.

· Mengenalkan Lagu/Syair yang memakai Bilangan (2-4 tahun)

Berhitung juga bisa dilakukan dengan lagu atau syair berirama untuk mempelajari berbagai tema dengan muatan dasar berhitung, sambil mempergakan jari sesuai dengan bilangan yang dinyanyikan. Hal ini akan membuat anak paham tentang konsep bilangan dengan berpikir lebih abstrak.

· Mengukur Telapak Kaki (3-4 Tahun)

Menggunakan satuan standar untuk mengukur panjang seperti penggaris dan kali ini gunakan pola kaki yang terbuat dari kertas, bisa pola kaki sendiri atau dari mama, papa atau adik. Ini sudah merupakan konsep matematika. Kegiatan ini sangat menyenangkan, apalagi bila yang diukur adalah bagian tubuhnya. Pada awalnya bantulah anak membuat pola kakinya sendiri yang kemudian digunting dan dijiplak diatas kertas karton manila dengan warna berbeda-beda dan hitung jumlahnya sesuai warna tsb.

· Konsep Berat dengan Batang Kayu atau Gantungan Pakaian (3-6 Tahun)

Kaitkan tali pada pijakan kayu yang berada diatas, lalu ikatkan pada penggantung pakaian. Setelah itu kaitkan gelas plastik yang kosong di gantungan kiri dan kanan. Biarkan anak mengisi gelas kosong itu dengan benda-benda dan sebutkan mana yang lebih berat, yang kiri atau kanan, hitung jumlahnya pada masing-masing gelas. Kemudian anak disuruh membuat sendiri alat timbangan sederhana.

· Permainan dengan Kalkulator (3-6 Tahun)

Anak suka bermain dengan peralatan yang ada di rumah. Berikan dia kalkulator, agar dia cepat akrab dengan lambang bilangan, termasuk bilangan „0“. Beritahu anak cara menggunakan kalkulator, bagaimana menampilkan bilangan dan juga menghapusnya.

· Mengenalkan Konsep Bilangan „0“ (2-4 Tahun)

Bila anak sudah menguasai bilangan 1-10, barulah konsep bilangan „0“ bisa diajarkan. Permainan dimulai dengan menghitung benda-benda yang dilekatkan pada papan berperekat atau bermagnet. Cobalah ambil gambar itu satu-satu, sambil menghitung sisanya. Lakukan berulang kali sampai tidak ada lagi gambar yang tersisa pada papan, bahwa yang dilihat anak pada papan adalah „0“ gambar dan perkenalkan wujud tulisan „0“ dan suruhlah anak menulisnya.

Senin, 15 Februari 2010

Fenomena Globalisasi Ekonomi

Tidak ada definisi yang baku atau standar mengenai globalisasi, tetapi secara sederhana globalisasi ekonomi dapat diartikan sebagai suatu proses dimana semakin banyak negara yang terlibatdalam kegiatan ekonomi dunia. Jadi, jika pada periode sejak perang dunia kedua berakhir hingga tahun 1970-an ekonomi dunia didominasi oleh ekonomi Amerika Serikat (AS), sekarang ini walaupun produk domestik bruto (PDB) AS masih besar yakni sekitar 45% dari PDB dunia, peran dari ekonomi Uni Eropa, Jepang dan negara-negara yang tergolong dalam newly industrialized countries (NICs), seperti Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Cina jauh lebih kuat sebagai motor penggerak perekonomian dunia. Semakin mengglobalnya suatu negara di dalam perekonomian dunia dapat dilihat, misalnya dari peningkatan perdagangan internasionalnya (ekspor dan impor) yang tercerminkan antara lain pada peningkatan pangsa ekspornya di pasar global dan peningkatan rasio impor terhadap PDB-nya; semakin aktif terlibat dalam proses produksi yang melibatkan banyak negara (misalnya dalam membuat pesawat Boeing lebih dari 50 negara terlibat yang masing-masing membuat bagian-bagian tertentu dari pesawat tersebut, atau dalam membuat pesawat Airbus, sejumlah negara Eropa terlibat dalam proses pembuatannya), dan semakin besar arus investasi asing yang masuk ke negara tersebut atau semakin besarnya investasi dari negara tersebut ke negara-negara lain.

Jadi, proses globalisasi dari sisi ekonomi adalah suatu perubahan di dalam perekonomian dunia, yang bersifat mendasar atau struktural dan akan berlangsung terus dalam laju yang semakin pesat, mengikuti kemajuan teknologi yang juga prosesnya semakin cepat. Perkembangan ini telah meningkatkan kadar hubungan saling ketergantungan dan juga mempertajam persaingan antar negara, tidak hanya dalam perdagangan internasional tetapi juga dalam kegiatan investasi, finansial dan produksi. Globalisasi ekonomi ditandai dengan semakin menipisnya batas-batas kegiatan ekonomi atau pasar secara nasional atau regional, tetapi semakin mengglobal menjadi “satu” proses yang melibatkan banyak negara. Dalam tingkat globalisasi yang optimal arus produk dan faktor-faktor produksi lintas negara atau regional akan selancar lintas kota di suatu negara atau desa di dalam suatu kecamatan. Pada tingkat ini, seorang pengusaha yang punya pabrik di Kalimantan Barat setiap saat bisa memindahkan usahanya ke Serawak atau Filipina tanpa ada halangan, baik halangan logistik maupun halangan birokrasi dari pihak pemerintah Malaysia atau Filipina maupun dari pemerintah Indonesia dalam urusan administrasi seperti izin dan sebagainya.

Semakin menipisnya batas-batas kegiatan ekonomi secara nasional maupun regional disebabkan oleh banyak hal, diantaranya menurut Halwani (2002) adalah komunikasi dan transportasi yang semakin canggih dan murah, lalu lintas devisa yang semakin bebas, ekonomi negara yang semakin terbuka, penggunaan secara penuh keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif tiap-tiap negara, metode produksi dan perakitan dengan organisasi manajemen yang semakin efisien, dan semakin pesatnya perkembangan perusahaan multinasional di hampir seantero dunia. Selain itu, penyebab-penyebab lainnya adalah semakin banyaknya industri yang bersifat footloose akibat kemajuan teknologi (yang mengurangi pemakaian sumber daya alam), semakin tingginya pendapatan rata-rata per kapita, semakin majunya tingkat pendidikan mayarakat dunia, ilmu pengetahuan dan teknologi di semua bidang, dan semakin banyaknya jumlah penduduk dunia.

Dampak dari Globalisasi

Dampak nyata dari globalisasi terhadap perekonomian Indonesia adalah terutama pada dua area yang saling mempengaruhi satu sama lainnya, yakni produksi dalam negeri dan perdagangan luar negeri. Globalisasi yang didorong oleh era perdagangan bebas dan liberalisasi pasar finansial dunia bisa berpengaruh negatif atau positif terhadap produksi dalam negeri. Pengaruh negatif bisa disebabkan oleh barang impor yang semakin menguasai pasar domestik sehingga mematikan produksi dalam negeri atau menurunkan ekspor Indonesia karena daya saingnya rendah. Turunnya ekspor bisa berdampak negatif terhadap produksi dalam negeri jika sebagian besar dari barang-barang yang dibuat di dalam negeri untuk tujuan ekspor, atau karena kurangnya dana untuk membiayai proses produksi yang disebabkan oleh berkurangnya devisa dari hasil ekspor. Sebaliknya, jika Indonesia mempunyai daya saing yang baik, maka liberalisasi perdagangan dunia membuka peluang yang besar bagi ekspor Indonesia, yang berarti ekspor meningkat dan selanjutnya mendorong pertumbuhan dan memperluas diversifikasi produksi di dalam negeri.

Sudah cukup banyak studi yang melakukan simulasi-simulasi mengenai dampak dari liberalisasi perdagangan terhadap negara-negara yang terlibat, misalnya terhadap perubahan output dan ekspor. Diantaranya dari UNCTAD (1999) yang hasil simulasinya terhadap sejumlah negara-negara Asia termasuk Indonesia sebagai sampel penelitian, menunjukan bahwa perdagangan terhadap pertumbuhan ekspor Indonesia adalah yang paling kecil setelah Turkey (Tabel 1). Walaupun, studi ini tidak terlalu spesifik mengenai dampak terhadap ekspor secara sektoral, hasilnya memberikan suatu indikasi bahwa Indonesia mempunyai banyak masalah, baik dari sisi suplai (seperti keterbatasan kapasitas produksi dan infrastruktur) maupun sisi permintaan (seperti kualitas) dibandingkan negara-negara lain sehingga Indonesia tidak (belum) bisa mengoptimalisasikan keuntungan dari liberalisasi perdagangan dunia (WTO) atau regional (AFTA atau APEC

Kamis, 28 Januari 2010

Kiat-Kiat Menghadapi UN

Dalam hitungan hari Anda akan masuk pada babak penentuan kelulusan SMA tepatnya tanggal 22 April 2008. Apakah Anda merasakan ketegangan dan rasa kalut? Sepertinya amat berat menghadapi Ujian Nasional (UN) dengan enam mata pelajaran tahun ini.

Mungkin kita masih mendengar kakak kelas kita tahun 2007 yang lalu dengan hanya tiga mata pelajarannya saja mereka merasa berat dan diantaranya ada beberapa sekolah yang persentase ketidaklulusannya cukup tinggi.

Coba renungkan! Sudahkah kita siap menghadapi UN 2008? Bagaimana dengan kesiapan materi? Keterampilan dalam mengerjakan soal-soal? Bagaimana dengan kesiapan fisik dan mental kita? Apakah kita dapat menjawab dengan perasaan yang mantap pertanyaan-pertanyaan tersebut? Ataukah kita masih ragu-ragu? Atau bahkan tak punya keyakinan sama sekali untuk lulus UN di tahun ini.

Jawaban itu ada pada hati anda masing-masing. Dengan jujur coba ukur diri anda sekarang!

Akan tetapi siapapun Anda dan dalam keadaan apapun Anda, JANGAN TAKUT UN!! Dalam detik-detik menghadapi UN ada baiknya Anda simak dan renungkan dalam-dalam tips berikut ini:
1. Coba yakinkan diri Anda bahwa Anda mampu menghadapi UN dengan baik
2. Banyak-banyak berdoa dan banyak minta didoakan kepada orang lain, utamanya ke Ortu, Guru, Kakek-nenek saudara dan orang yang Anda kenal dengan baik.
3. Jaga stamina dan pelihara kesehatan Anda, jika ada merasa kurang sehat segera ke dokter sekarang juga.
4. Pilihlah makanan-makanan yang dapat menyehatkan tubuh, jangan ambil resiko makan-makanan yang terlalu pedas, terlalu masam dan makanan yang tak biasa anda makan.
5. Berolahraga yang ringan-ringan, jalan-jalan, lari-lari kecil dapat menyehatkan tubuh anda.
6. Coba anda berusaha mereview semua bab-bab (sesuai Standar Kelulusan). Buatlah rangkuman-rangkuman teori-teori, definisi-definisi, rumus-rumus dan hapalan yang diperlukan yang sering muncul pada UN. Coba konsultasikan pada gurumu mengenai ruang lingkup UN sekali lagi!
7. Masih ada waktu untuk sekedar berlatih secara mandiri soal-soal UN yang anda pernah dikerjakan dan yang belum dikerjakan.
8. Catat soa-soal UN yang masih belum dapat anda kerjakan! Segera berkonsultasi kepada Guru, teman, saudara dan siapa saja yang dianggap mampu mengerjakan soal tersebut!
9. Ulangi lagi hapalan-hapalan yang masih belum melekat di otak Anda!
10. Malam hari menjelang hari H, jika diperlukan baca rangkuman yang telah anda buat dengan perasaan ringan dan tenang. Lalu bergegas tidur, jangan terlalu malam.
11. Bangun lebih cepat dari biasanya lebih baik, segera mandi dan berbenah untuk berangkat ke Sekeloh. Jangan lupa sapan pagi, dan periksa alat-alat tulis, kartu ujian dan lainnya.
12. Berdoalah sebelum mengerjakan!
13. Berkonsentrasi dan kerjakan soal-soal yang dianggap mudah dulu baru kemudian meningkat kepada soal yang lebih sulit.
14. Pada saat mengerjakan soal UN hilangkan persaan yang menghantui lulus dan tidak lulus, lepaskan persaan itu sehingga anda tak dibebani dan dihantui oleh persaaan sendiri dalam mengerjakan soal.
15. Periksa setiap lembar soal! Barangkali ada nomor dan lembar soal yang tak lengkap!
16. Jika telah merasa selesai, tarik napas dalam-dalam. Coba periksa kembali tiap soalnya boleh jadi anda ada yang keliru menjawab dan masih bisa menjawab soal yang sebelumnya merasa tidak bisa.
17. Jika telah habis waktunya ucapkan puji syukur kehadirat Allah, bahwa anda telah melakukan bagian penting dalam langkah hisup anda. Berserah diri kepadaNYa!